Cybercounseling Indonesia
(_.·´¯`·«¤° (Cybercounseling Indonesia) °¤»·´¯`·._)

Selamat Datang di Cybercounseling Indonesia

Untuk bisa mengakses Cybercounseling ini, anda harus
register/daftar kemudian secara resmi anda menjadi
member/anggota di Cybercounseling.

Admin
Cybercounseling Indonesia


Syaputra Ramadona (XxmadonmexX)

CYBERCOUNSELING<br /><strong>Total User :</strong>1626 <br/> <strong>Total Posting : </strong>436 <br/> <strong>Member Baru:</strong> http://cybercounselingstain.indonesianforum.net/u1626 <br/> <strong>Update </strong> Mon May 20, 2019
Cybercounseling Indonesia

Forum Media Belajar Calon Konselor
 
IndeksEventsBlogPublicationsGalleryPencarianFAQAnggotaGroupPendaftaranLogin
Download Soal Ujian Terbaru
SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK

Share
 

 Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan

Go down 
PengirimMessage
Admin
Administrator
Administrator
Admin

Jumlah posting : 341
Points : 878
Reputation : 0
Join date : 23.08.09
Age : 33
Lokasi : Curup - Bengkulu

konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Empty
PostSubyek: Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan   konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Icon_minitimeTue Dec 29, 2009 9:04 am

:ccsc1:

PENDEKATAN DAN BENTUK KONSELING KELUARGA

A.Pendekatan Konseling Keluarga
Untuk memahami mengapa suatu keluarga bermasalah dan bagaimana cara mengatasi masalah-masalah keluarga tersebut, berikut akan di deskripsikan secara singkat beberapa pendekatan konseling keluarga. Tiga pendekatan konseling keluarga yang akan di uraikan berikut ini, yaitu pendekatan sistem, conjoint, dan struktural.

  1. Pendekatan Sistem Keluarga
    Murray Bowen merupakan peletak dasar konseling keluarga pendekatan sistem. Menurutnya anggota keluarga itu bermasalah jika keluarga itu tidak berfungsi (disfunctining family). Keadaan ini terjadi karena anggota keluarga tidak dapat bmembebaskan dirinya dari peran dan harapan yang mengatur dalam hubungan mereka.
    Menurut Bowen, dalam keluarga terdapat kekuatan yang dapat membuat anggota keluarga bersama-sama dan kekuatan itu dapat pula membuat anggota keluarga melawan yang mengarah pada individualitas. Sebagaian anggota keluarga tidak dapat menghindari sistem keluarga yang emosional yaitu yang mengarahkan anggota keluarganya mengalami kesulitan (gangguan). Jika hendak menghindar dari keadaan yang tidak fungsional itu, dia harus memisahkan diri dari sistem keluarga. Dengan demikian dia harus membuat pilihan berdasarkan rasionalitasnya bukan emosionalnya.

  2. Pendekatan Conjoint
    Sedangkan menurut Satir (1967) masalah yang dihadapi oleh anggota keluarga berhubungan dengan harga diri (Self – Esteem) dan komunikasi. Menurutnya, keluarga adalah fungsi penting bagi keperluan komunikasi dan kesehatan mental. Masalah terjadi jika slf-esteem yang dibentuk oleh keluarga itu sangat rendah dan komunikasi yang terjadi dikeluarga itu juga tidak baik. Satir m engemukakan pandangannya ini berangkat dari asumsi bahawa anggota keluarga menjadi bermasalah jika tidak mampu melihat dan mendengarkan keseluruhan yang dikomunikasikan anggota keluarga yang lain.

  3. Pendekatan Struktural
    Minuchin (1974) beranggapan bahwa masalah keluarga sering terjadi karena struktur keluarga dan pola transaksi yang dibangun tidak tepat. Seringkali dalam membangun struktur dan transaksi ini batas-batasss antara subsitem dari sistem keluarga itu tideak jelas.


Mengubah struktur dalam keluarga berarti menyusn kembali keutuhan dan menyembuhkan perpecahan antara dan seputar anggota keluarga. Oleh karena itu, jika dijumpai keluarga yang bermasalah perlu di rumuskan kembali struktur keluarga itu dengan memperbaiki transaksi dan pola hubungan yang baru yang lebih sesuai.
Berbagai pandangan para ahli tentang keluarga akan memperkaya pemahaman konselor untuk melihat masalah apa yang seang terjadi, apakah soal struktur, pola komunikasi, atau batasan yang ada di keluarga, dan sebagainya. Berangkat dari analisi terhadap masalah yang dialami oleh keluarga itu konselor dapat menetapkan strategi yang tepat untuk membantu keluarga..

B.Bentuk Konseling Keluarga
Kecendrungan pelaksanaan konseling keluarga adalah sebagai berikut :
  1. Memandang klien sebagai pribadi dalam konteks sistem keluarga. Klien merupakan bagian dari sistem keluarga, sehingga masalah yang dialami dan pemecahannya tidak dapat mengesampingkan peran keluarga.
  2. Berfokus pada saat ini, yaitu apa yang diatasi dalam konseling keluarga adalah masalah-masalah yang dihadapi klien pada kehidupan saat ini, bukan kehidupan yang masa lampaunya. Oleh karena itu, masalah yang diselesaikan bukan pertumbuhan personal yang bersifat jangka panjang.

Dalam kaitannya dengan bentuknya, konseling keluarag di kembangkan dalam berbagai bentuk sebagai pengembangan dari konseling kelompok. Bentuk konseling keluarga dapat terdiri dari ayah, ibu, dan anak sebagai bentuk konvensionalnya. Saat ini juga dikembangkan dalam bentuk lain, misalnya ayah dan anak laki-laki, ibu dan anak perempuan, ayah dan anak perempuan, ibu dan anak laki-laki, dan sebagainya (Ohlson, 19770.
Bentuk konseling keluarga ini disesuaikan dengan keperluannya. Namun banyak ahli yang mengajurkan agar anggota keluarga dapat ikut serta dalam konseling. Perubahan pada sistem keluarga dapat dengan muda di ubah jika seluruh anggota keluarga terlibat dalam konseling, karena mereka tidak hanya berbicara tentang keluarganya tetapi juga terlibat dalam penyusunan rencana perubahan dan tindakannya.


Sumber :Latipun 2003-2004“ Psikologi Konseling” Universitas Muhammadiyah Malang : Malang
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://cybercounselingstain.indonesianforum.net
Binga
Administrator
Administrator
Binga

Jumlah posting : 13
Points : 19
Reputation : 0
Join date : 07.01.10
Lokasi : Jakarta

konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Empty
PostSubyek: Budaya Timur & Pemaknaan Konseling Perkawinan   konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Icon_minitimeThu Jan 07, 2010 9:41 pm

Meskipun kita mempelajari tentang konseling perkawinan, tetapi penerapannya akan agak sulit, konsep ini memerlukan kontekstualisasi dalam aplikasinya.mengingat, kecenderungan keluarga2 dalam budaya timur kita yang masih menganggap tabu menceritakan tentang permasalahan domestik mereka kepada orang lain, apalgi seseorang yang profesional.

Dalam hal ini, kita juga harus mempertimbangkan persoalan "kelas sosial" yang bukan hanya terkait dengan masalah faktor ekonomi, akan tetapi kelas sosial dr sisi pendidikan (pemikiran).

Termasuk juga kelas sosial dari konselor itu sendiri, dimana sebagai mahasiswa atau pun konselor harus mengenali nilai-nilai dan budaya yang dianutnya, termasuk bias-bias budaya ataupun bias gender yang dimilikinya, apalagi jika menyangkut pemahaman agama dalam memandang perempuan dan laki-laki dalam perkawinan.

Kesemuanya ini akan mempengaruhi cara pandang konselor dan intervensi yang konselor lakukan terhadap kliennya.


senyum merah
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
uda_uky

uda_uky

Jumlah posting : 4
Points : 4
Reputation : 0
Join date : 31.12.09
Age : 32
Lokasi : Curup

konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Empty
PostSubyek: Re: Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan   konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Icon_minitimeThu Jan 07, 2010 10:27 pm

[
b]thanks,,tuk opininya,,,,,bagus2......jangan beri tahu temen2 akan ini,,,key


senyum merah[/quote][/b]
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Admin
Administrator
Administrator
Admin

Jumlah posting : 341
Points : 878
Reputation : 0
Join date : 23.08.09
Age : 33
Lokasi : Curup - Bengkulu

konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Empty
PostSubyek: Re: Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan   konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Icon_minitimeThu Jan 07, 2010 10:30 pm

Binga wrote:
Meskipun kita mempelajari tentang konseling perkawinan, tetapi penerapannya akan agak sulit, konsep ini memerlukan kontekstualisasi dalam aplikasinya.mengingat, kecenderungan keluarga2 dalam budaya timur kita yang masih menganggap tabu menceritakan tentang permasalahan domestik mereka kepada orang lain, apalgi seseorang yang profesional.

Dalam hal ini, kita juga harus mempertimbangkan persoalan "kelas sosial" yang bukan hanya terkait dengan masalah faktor ekonomi, akan tetapi kelas sosial dr sisi pendidikan (pemikiran).

Termasuk juga kelas sosial dari konselor itu sendiri, dimana sebagai mahasiswa atau pun konselor harus mengenali nilai-nilai dan budaya yang dianutnya, termasuk bias-bias budaya ataupun bias gender yang dimilikinya, apalagi jika menyangkut pemahaman agama dalam memandang perempuan dan laki-laki dalam perkawinan.

Kesemuanya ini akan mempengaruhi cara pandang konselor dan intervensi yang konselor lakukan terhadap kliennya.


senyum merah

menarik bgt, arti nya ada korelasi antara konseling perkawinan terhadap konseling lintas budaya. Satu hal lg yang menjadi catatan saya pribadi, konseling perkawinan sangat susah penerapannya, apa lagi lw di hadapkan dengan calon konselor atau konselor yang belum menikah.

kemudian tentang cara pandang dan intervensi yang dilakukan konselor terhadap klien... :-?: kayanya perjuangan saya untuk menjadi calon konselor harus di perbanyak nih bekal-bekal teoritik dan praktek.

makasih :xie2: binga atas postingnya, masukan dari anda sangat amat kami harapkan, terima kasih...

Just shared
thnx

_________________

Forum Media Belajar Calon Konselor
Cyberconseling Indonesia



konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Forum_10
Forum Media Belajar Calon Konselor, Forum Calon Konselor, Forum Konselor, Forum Bimbingan Konseling
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://cybercounselingstain.indonesianforum.net
Binga
Administrator
Administrator
Binga

Jumlah posting : 13
Points : 19
Reputation : 0
Join date : 07.01.10
Lokasi : Jakarta

konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Empty
PostSubyek: Re: Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan   konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Icon_minitimeThu Jan 07, 2010 10:45 pm

senyum merah[/quote]

menarik bgt, arti nya ada korelasi antara konseling perkawinan terhadap konseling lintas budaya. Satu hal lg yang menjadi catatan saya pribadi, konseling perkawinan sangat susah penerapannya, apa lagi lw di hadapkan dengan calon konselor atau konselor yang belum menikah.

kemudian tentang cara pandang dan intervensi yang dilakukan konselor terhadap klien... :-?: kayanya perjuangan saya untuk menjadi calon konselor harus di perbanyak nih bekal-bekal teoritik dan praktek.

makasih :xie2: binga atas postingnya, masukan dari anda sangat amat kami harapkan, terima kasih...

Just shared
thnx
[/quote]

your welcome Mr. Admin.

Saya rasa penggunaan istilah konseling lintas budaya kurang tepat, karena itu secara khusus mebahas mengenai proses konseling lintas budaya (dalam mata kuliah). Akan tetapi ini merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap konselor dalam memandang keberagaman, di sebut juga sebagai Kompetensi Multikultural Konselor

Berikut keberagaman individual sebagai bentuk indentitas social dan sarat budaya yang harus diiketahui dan dipahami oleh konselor antara lain adalah :
1. Agama/ Spiritualitas
2. Identitas Seksual
3. Etnik atau identitas ras
4. Kelas ekonomi
5. Kematangan Psikologis
6. Bahasa
7. Tempat Tinggal
8. Sejarah keluarga
9. Keunikan Karakteristik Fisik
10. Trauma
11. Dll
(delCampo: 2007).


☮
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Binga
Administrator
Administrator
Binga

Jumlah posting : 13
Points : 19
Reputation : 0
Join date : 07.01.10
Lokasi : Jakarta

konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Empty
PostSubyek: Re: Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan   konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Icon_minitimeThu Jan 07, 2010 11:12 pm

menarik bgt, arti nya ada korelasi antara konseling perkawinan terhadap konseling lintas budaya. Satu hal lg yang menjadi catatan saya pribadi, konseling perkawinan sangat susah penerapannya, apa lagi lw di hadapkan dengan calon konselor atau konselor yang belum menikah.


kayaknya untuk yang single, lebih cocok jadi "divorce counselor" dari pada "marriage counselor" :lol!:
Kaya di filem-filem.. Love affair between therapist & their clients.

Dengan kata lain, pelajarin aja dulu teorinya, praktisnya, kalau memang ada lahannya kenapa nggak, di Depag meskipun ujung2nya formalitas ngurusin orang-orang yg mau cerai. ☮
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Admin
Administrator
Administrator
Admin

Jumlah posting : 341
Points : 878
Reputation : 0
Join date : 23.08.09
Age : 33
Lokasi : Curup - Bengkulu

konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Empty
PostSubyek: Re: Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan   konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Icon_minitimeFri Jan 08, 2010 12:11 am

:ccsc1:


thnx atas postingnya kembali, mohon bimbingannya :Memo: terimakasih atas kritik dan sarannya, kyknya saya harus banyak belajar lg nih..

jadi korelasi antara konseling perkawinan dan Konseling lintas budaya bisa dikatakan berhubungan bilang sesuai dengan substansi dari permasalahan klien :apa:

pengen tahu lebih banyak :bjr:

TERIMA KASIH TETAP POSTING Y BINGA...


Just shared
thnx

_________________

Forum Media Belajar Calon Konselor
Cyberconseling Indonesia



konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Forum_10
Forum Media Belajar Calon Konselor, Forum Calon Konselor, Forum Konselor, Forum Bimbingan Konseling
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://cybercounselingstain.indonesianforum.net
Admin
Administrator
Administrator
Admin

Jumlah posting : 341
Points : 878
Reputation : 0
Join date : 23.08.09
Age : 33
Lokasi : Curup - Bengkulu

konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Empty
PostSubyek: Re: Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan   konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Icon_minitimeFri Jan 08, 2010 12:15 am

uda_uky wrote:
[
b]thanks,,tuk opininya,,,,,bagus2......jangan beri tahu temen2 akan ini,,,key


senyum merah
[/b]
[/quote]

moderator benerin tuh typingannya.......masa kyk gtu :D:

Perkenalkan New Moderator CCSC yaitu Uky

lw gni kan aq jadi semangat .........nungkrong di CCSC

just shared
thnx

_________________

Forum Media Belajar Calon Konselor
Cyberconseling Indonesia



konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Forum_10
Forum Media Belajar Calon Konselor, Forum Calon Konselor, Forum Konselor, Forum Bimbingan Konseling
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://cybercounselingstain.indonesianforum.net
sai handari



Jumlah posting : 5
Points : 9
Reputation : 0
Join date : 09.04.11
Age : 28
Lokasi : samarinda, kalimantan timur

konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Empty
PostSubyek: Re: Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan   konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Icon_minitimeSat Apr 09, 2011 6:25 pm

Binga wrote:
menarik bgt, arti nya ada korelasi antara konseling perkawinan terhadap konseling lintas budaya. Satu hal lg yang menjadi catatan saya pribadi, konseling perkawinan sangat susah penerapannya, apa lagi lw di hadapkan dengan calon konselor atau konselor yang belum menikah.


kayaknya untuk yang single, lebih cocok jadi "divorce counselor" dari pada "marriage counselor" :lol!:
Kaya di filem-filem.. Love affair between therapist & their clients.

Dengan kata lain, pelajarin aja dulu teorinya, praktisnya, kalau memang ada lahannya kenapa nggak, di Depag meskipun ujung2nya formalitas ngurusin orang-orang yg mau cerai. ☮

saya rasa, memank agak sedikit bgng ketika seorang konselor belum menikah tapi menghadapi tentang konseling pernikahan..
secara tidak langsung akan membingungkan utk treatmentnya, malah ntar salah treatment lagi, hehehe..
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Empty
PostSubyek: Re: Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan   konseling - Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan Icon_minitime

Kembali Ke Atas Go down
 
Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Cybercounseling Indonesia :: Bimbingan Konseling :: Semester VII :: Konseling Pernikahan-
Navigasi: